|
 |
Profil Solidaritas Nusa Bangsa
Latar Belakang
Visi
Misi
Tujuan Strategis
Organisasi
Apakah Solidaritas Nusa Bangsa itu?
Solidaritas Nusa Bangsa adalah sebuah Organisasi Non Pemerintah yang memiliki visi mewujudkan masyarakat Indonesia yang demokratis, menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dan kesetaraan dalam pluralisme.
Latar Belakang
Solidaritas Nusa Bangsa (SNB) didirikan pada Tanggal 5 Juni 1998, tepat setelah Kerusuhan Mei 98 terjadi. Hal itu merupakan reaksi spontan atas kerusuhan rasial Mei 98 yang lalu, yaitu sebagai upaya untuk menolong korban dengan tindakan evakuasi korban kerusuhan.
Selanjutnya setelah berdiskusi, disimpulkan bahwa masalah yang dihadapi bukan hanya sekedar kerusuhan rasial Mei yang lalu. Yang dihadapi adalah politik rasial yang diterapkan dengan amat sistematis oleh negara, untuk mempertahankan kekuasaannya.
Dilandasi dengan pemikiran tersebut, kami menyadari bahwa perlawanan terhadap politik rasial tersebut tidak cukup hanya dengan cara menolong korban, tetapi juga harus ada upaya yang sistematis dan terarah.
Visi
Mewujudkan masyarakat Indonesia yang demokratis, menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dan kesetaraan dalam pluralisme.
Misi
- Menjadi sebuah lembaga nirlaba yang mandiri, profesional dan demokratis serta dipercaya oleh masyarakat.
- Ikut serta secara aktif menata sistim hukum yang adil dan non diskriminatif.
- Turut mendorong terwujudnya sistim pendidikan yang memuat dan menjunjung tinggi pluralitas dan nilai-nilai HAM.
- Secara aktif mendukung terbentuknya komunitas manusia yang humanis dan menghargai keberagaman.
- Membangun kemitraan yang sinergis.
- Membangun masyarakat yang sadar akan kebebasan dan kesetaraan dalam kehidupan yang pluralisme.
Tujuan Strategis
- Membuka peluang bagi terciptanya sistim hukum dan pendidikan yang non-diskriminatif.
- Membentuk sistem pendidikan baru yang non-diskriminatif dan menghargai pluralisme.
- Merumuskan kurikulum pendidikan lokal dan nasional yang bermuatan pluralisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai HAM.
- Menyelenggarakan pendidikan alternatif tentang pluralisme dan HAM kepada beberapa lapisan masyarakat.
- Merancang suatu jaringan kerja alternatif yang khusus peduli pada masalah pendidikan hingga terwujud suatu kurikulum pendidikan loal dan nasional yang sarat pemahaman akan pluralisme dan penghargaan terhadap HAM.
- Membentuk pusat studi anti-rasial.
- Mendorong terbentuknya sistim hukum yang non-diskriminatif
- Revisi Rancangan Undang-Undang Anti Diskriminasi Rasial dan Etnis (RUU ADRE).
- Mengkampanyekan pengesahan Rancangan Undang-Undang Anti Diskriminasi Rasial dan Etnis, dan menghapuskan undang-undang yang bersifat rasial.
- Melakukan penelitian terhadan peraturan-peraturan yang bersifat diskriminatif.
- Memberikan pertolongan, nasihat hukum dan pembelaan hukum bagi semua korban diskriminasi rasial.
- Membangun kemitraan yang sinergis dan berkelanjutan.
- Mengoptimalkan hubungan SNB dan stakeholders .
- Memperkuat intensitas hubungan komunikasi dan hubungan kerja dengan stakeholders
- Memperluas jaringan kerja;
- Meningkatkan pemahaman akan sistim hukum dan nilai-nilai pluralitas pada stakeholders .
- Meningkatkan kredibilitas organisasi
- Membuat sistim pelaporan berkala;
- Menginventarisasi kegiatan-kegiatan nasional dan internasional yang diikuti oleh SNB;
- Kampanye secara selektif dan teratur.
- Mensosialisasikan nilai-nilai pluralisme dan mengikis sikap yang diskriminatif.
- Kampanye problem-problem rasial dalam lingkup sektoral.
- Menciptakan model kampanye yang kreatif.
- Menggalang kerja sama dengan media massa.
- Mencari peluang kampanye melalui berbagai momen nasional dan internasional.
Organisasi
Pembina:
- Candra Setiawan
- Hotma Timbul Hutapea
- Kwan Hwie Liong
- Musdah Mulia
- Yosef Widiatmaja
- Mudji Sutrisno, SJ
Pengawas:
Pengurus:
- Ketua : Ester Indahyani Jusuf, SH
- Bendahara : Henry Lie
- Sekretaris : Harry B. Kontutodjeng
- SNB in Europe : Liem Sui San (Repesentative)
|