|
 |
Books
Regular Publications
Reka Ulang Kerusuhan Mei 1998
Penulis:
Ester Indahyani Jusuf, Raymond R. Simanjorang
Tim Ilustrator:
Agung Nugroho, Arif Budiman (Paul), Hafid Alibasyah, Marwan, Yadi R. W., Syamsul Hidayat
Editor:
Hotma Timbul Hutapea
Design Cover:
Yadi R. W.
Tata Letak:
Olisias
Tebal Buku:
X, 190 hlm.; 14,8 x 21 sm
ISBN:
979-96038-5-4
Tahun Terbit
Mei 2005
Diterbitkan atas kerjasama:
Solidaritas Nusa Bangsa, Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Asosiasi Penasehat Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (APHI), Ikatan Keluarga Orang Hilang (IKOHI) dan Forum Komunikasi Keluarga Korban Mei 1998 (FKKM) yang difasilitasi oleh Yayasan TIFA
KATA PENGANTAR
Ketika buku ini ditulis, peristiwa Kerusuhan Mei 1998 telah berlalu tujuh tahun yang lalu dan belum terlihat adanya titik terang penyelesaiannya. Sampai saat ini penyelesaian, baik hukum maupun politik hampir belum terwujud.
Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) pada tahun 1998 telah menyelesaikan penyelidikannya dan menyerahkannya kepada pemerintah, akan tetapi tidak ditindaklanjuti. Komnas HAM, yang oleh UU No. 26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan HAM diberi kewenangan untuk melakukan penyelidikan pelanggaran HAM yang berat, termasuk yang terjadi di masa lalu, telah menyelesaikan penyelidikannya pada tahun 2003 dan telah menyerahkan hasil penyelidikan tersebut ke Akejaksaan Agung, akan tetapi juga tidak ditindaklanjuti.
Belum lagi upaya perjuangan korban dan keluarga korban serta beberapa lembaga non pemerintah, yang berinisiatif mengangkat kasus ini agar segera diselesaikan. Hasilnya tetap tidak seperti yang diharapkan. Semua seakan terbentur oleh dinding batu yang tidak tampak namun sangat kokoh menghadang upaya penyelesaian kasus tersebut.
Kegelapan menaungi pengungkapan kebenaran pada peristiwa Kerusuhan Mei 1998.
Harus menjadi kesadaran kita bersama, bahwa Kerusuhan Mei 1998 adalah bagian dari sejarah kelam bangsa kita yang – mau tidak mau – harus kita terima sebagai kenyataan pahit dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Seharusnya, sejarah kelam tersebut menjadi pengalaman yang berharga bagi bangsa ini dalam menyusun masa depannya.
Namun demikian, untuk menjadikan Kerusuhan Mei 1998 tersebut sebagai salah satu sejarah hitam, perlu dilakukan sebuah dokumentasi sejarah yang bisa menjadi bahan untuk melihat ke belakang mengenai apa yang telah terjadi saat itu. Gagasan pendokumentasian inilah yang mengilhami pembuatan buku ini.
Proses pembuatan buku ini tidak semudah yang awalnya diperkirakan. Diperlukan banyak data untuk membuat sebuah susunan kronologi yang kemudian divisualkan dalam bentuk sketsa. Data-data dalam buku ini diperoleh dari berbagai testimoni yang berhasil dikumpulkan oleh investigator Tim Solidaritas Kasus Kerusuhan Mei 1998. proses investigasi lapangan yang dilakukan memakan waktu kurang lebih empat bulan.
Untuk satu lokasi peristiwa, investigator melakukan wawancara dengan beberapa saksi mata yang melihat peristiwa di lokasi tersebut. Bagaimanapun peristiwa tujuh tahun yang lalu bukanlah hal yang mudah untuk diingat kembali, terlebih peristiwa itu adalah peristiwa sedih – dimana ada beberapa saksi mata juga merupakan korban atau keluarga korban – yang selalu ingin menyingkirkannya dari dalam ingatan. Dari wawancara tersebut kemudian dibuat transkrip dan dimintakan verifikasi berupa tanda tangan persetujuan isi dari saksi mata yang memberikan testimoni.
Tidak semua wawancara memiliki nilai data yang signifikan untuk menggambarkan situasi pada saat kejadia. Namun demikian wawancara tersebut bisa digunakan untuk menjadi bahan koreksi atas beberapa wawancara lain, misalnya dalam waktu, jumlah orang dan ketepatan lokasi.
Hasil transkrip dari wawancara kemudian dikompilasi sehingga didapatkan sebuah urutan waktu yang bisa menggambarkan proses kejadian pada saat itu. Dari hasil kompilasi berupa resume kronologis itulah yang kemudian menjadi dasar bagi tm ilustrator untuk membuat ilustrasi (sketsa) peristiwa di beberapa lokasi.
Adapun pemilihan lokasi kejadian yang akan dibuatkan sketsa dilakukan dengan membagi lokasi secara proporsional per wilayah. Hal ini dilakukan untuk memperlihatkan bahwa kejadian berlangsung dalam waktu yang berdekatan satu sama lain di tempat yang berbeda dan secara relatif jauh.
Proses pembuatan sketsa dilakukan secara simultan oleh beberapa ilustrator dengan mengacu pada resume kronologis yang telah dibuat. Di beberapa lokasi tertentu, saksi mata didatangkan untuk bisa lebih menggambarkan situasi pada saat itu.
Pada awalnyua dilakukan pendalaman untuk mendapatkan ciri-ciri pelaku awal, yang diduga sebagai provokator massa, untuk melakukan kerusuhan. Namun karena proses kejadian yang berlangsung dalam tempo singkat – ditambah bahwa saksi mata hanya melihat secara sekilas – maka pembuatan sketsa untuk mengidentifikasi pelaku awal diurungkan dan tim ilustrator tetap pada rencana awal menggambarkan situasi peristiwa dan sebisa mungkin memasukkan data mengenai pelaku dalam sketsa tersebut. Proses pembuatan sketsa ini menghabiskan waktu kurang lebih satu bulan.
Keseluruhan proses ini adalah salah satu rangkaian kerja dari Tim Solidaritas Kasus Kerusuhan Mei 1998, selain KontraS, SNB, IKOHI dan FKKM’98, menyatakan bahwa pembuatan buku ini amat berharga dan dapat terbit dalam bentuk seperti ini berkat kerja keras dan kerja sama dari penulisnya, yaitu Ester I. Jusuf dan Raymond S., maupun dari para pelukis sketsa, yaitu Bapak Yadi, dkk. Juga tidak dapat dilepaskan peran dari para investigator, yaitu Olisias Gultom, Wignyo, Budi, Mariole, Eli Salomo dan saudara Raymond S. Sendiri, yang memberikan dukungan data kepada para penulis dan pelukis. Selain itu, peran TIFA sebagai pendukung dana kegiatan amat besar, sehingga semua kegiatan di atas dapat dilakukan.
Atas nama Tim Solidaritas Kasus Kerusuhan Mei 1998, kami berharap buku ini dapart menjadi bagian, sekecil apapun peranannya, dari perjuangan pengunbgkapan dan penuntasan Peristiwa Kerusuhan Mei 1998, sehingga tidak hanya dapat membuat terang mengenai apa yang sebenarnya terjadi, juga yang terpenting adalah membetikan keadilan bagi korban dan keluarga korban.
Jakarta, 1 Mei 2005
Hotma Timbul Hutapea
Ketua Umum APHI
DAFTAR ISI
Kata Pengantar v
Daftar Isi ix
Prolog 1
Bab I Kerusuhan di Jakarta Barat 9
1. Jalan Kyai Tapa, Grogol 9
2. Jalan Kyai Tapa, Tomang 16
3. Jalan Pinangsia, Glodok 20
4. Puri Mal Indah 23
5. Slipi Jaya 25
6. Glodok 37
Bab II Kerusuhan di Jakarta Utara 39
1. Penjaringan Utara 39
2. Mangga Dua 44
3. Jalan Mangga Besar 57
4. Sunter 61
5. Jalan Tanah Pasir dan Tanah Merah 64
6. Bandengan, Penjaringan 68
7. Muara Karang 72
Bab III Kerusuhan di Jakarta Pusat 77
1. Jalan Hasyim Ashari 77
2. Jalan Bendungan Hilir Raya 79
3. Jalan Letjen. Suprapto, Cempaka Putih Tengah 81
4. Jalan Letjen. Suprapto, Pertokoan Poncol 83
5. Jalan Salemba Raya 89
6. Jalan Diponegoro 96
Bab IV Kerusuhan di Jakarta Timur 105
1. Jalan Matraman Raya 105
2. Jalan I Gusti Ngurah Rai, Yogya Plaza 109
3. Jalan DI. Panjaitan, Grasera 122
4. Jalan Matraman Raya, Toko Buku Gramedia 125
5. Jalan Raya Pondok Bambu 128
6. Jalan Dewi Sartika, Cawang 130
7. Jatinegara Plaza 130
8. Jalan Pegambiran, Pertokoan Artomoro 143
9. Jalan Perintis Kemerdekaan, Pertokoan Pulo Mas 146
10. Jalan Pemuda, Rawamangun 150
11. Cawang 152
Bab V Kerusuhan di Jakarta Selatan 155
1. Warung Buncit, Mampang 155
2. Arteri Pondok Indah 157
3. Jalan Raya Kebayoran Lama 162
4. Bintaro Jaya, Bintaro 162
5. Jalan Raya Pasar Minggu, Goro 162
Bab VI Kerusuhan di Sekitar Jakarta 169
1. Sekitar Stasiun Depo 169
2. Pamulang, Tangerang 172
3. Cileduk, Tangerang 175
Epilog 181
Profil Penulis 187
Profil Tim Ilustrator 189
Book(s) listed or explained above are available by request.
If you are interesting please send email through our Contact Form
Price will be counted as printing and postal cost.
Delivery will be handled by courier services.
Back to previous page |